Rektor IKIP Siliwangi Hadiri Acara “Kota Cimahi Tanggap Ancaman Narkoba” dan Tandatangani MOU dengan Berbagai Pihak

Cimahi, 16 Mei 2024 – Rektor IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd, menghadiri kegiatan “Kota Cimahi Tanggap Ancaman Narkoba Menjelajahi Dunia Pengetahuan dan Kreativitas di Smart Library Garden” yang diselenggarakan di Cimahi, Jawa Barat. Acara ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk BNN Kota Cimahi, ICMI Orda Cimahi, TV Harmoni, Artipena Jabar, UNPAS, IGRA (Ikatan Guru RA), dan beberapa sekolah.

Dalam acara ini, Rektor IKIP Siliwangi turut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan BNN Kota Cimahi, ICMI Orda Cimahi, TV Harmoni, Artipena Jabar, UNPAS, dan IGRA. MoU ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Cimahi.

“Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi bangsa kita,” ujar Prof. Euis dalam sambutannya. “Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk bersatu padu dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.”

Prof. Euis juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam upaya pencegahan narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman nyata terhadap tujuan pendidikan karakter bangsa,” ujar Prof. Euis. “Oleh karena itu, kita harus bersatu padu untuk memperkuat pendidikan karakter dan membekali generasi muda dengan nilai-nilai positif agar mereka mampu terhindar dari narkoba.”

Prof. Euis mengutip data dari BNN dan LIPI yang menunjukkan bahwa 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika. Hal ini menjadi bukti bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar perlu mendapat perhatian ekstra.

Menyadari bahaya narkoba yang terus mengintai para pelajar, Prof. Euis mengusulkan beberapa upaya untuk memeranginya, antara lain:

  • Membangun dan membekali peserta didik dengan jiwa Pancasila melalui penanaman nilai dan sikap yang baik. Generasi emas Indonesia tahun 2045 harus mampu menghadapi dinamika perubahan yang ada dengan karakter yang kuat dan tangguh.
  • Melaksanakan program-program pencegahan narkoba baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler. Tema-tema penyuluhan dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh guru dan dosen dapat menjadi sarana edukasi yang efektif.
  • Memberikan informasi atau imbauan-imbauan tentang bahaya narkoba melalui berbagai media sosial. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pencegahan narkoba.
  • Mengadakan perlombaan antar sekolah dengan tema bahaya narkoba. Kegiatan ini dapat meningkatkan minat dan kreativitas siswa dalam memerangi narkoba.
  • Melakukan tes urine secara periodik terhadap pendidik dan peserta didik dengan bekerjasama dengan pihak berwenang. Hal ini dapat membantu mendeteksi penyalahgunaan narkoba sejak dini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
  • Mengimbau kepada orang tua atau wali peserta didik untuk lebih meningkatkan pengawasan pada anak-anak mereka. Orang tua adalah garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari bahaya narkoba.

Prof. Euis berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan, generasi muda Indonesia dapat terhindar dari narkoba dan menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkarakter.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top